SEORANG MURID MEMIKUL SALIBNYA

24 Feb

Bacaan Firman
Bacalah Roma 14:8; II Korintus 5:15; Galatia 2:20; Kisah Para Rasul 20:22-24 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:
1. Apakah Anda bersedia memikul salib untuk kepentingan banyak orang sama seperti Yesus?
2. Apakah gaya hidup Anda hari ini mencerminkan gaya hidup murid Kristus?
Pada zaman Yesus hidup, pemerintah Romawi menerapkan hukuman mati bagi orang-orang yang melakukan kesalahan besar atau tersangkut kasus-kasus berat yang dibuktikan di pengadilan atas keterangan beberapa saksi. Mereka yang menjalani hukuman mati ini harus memikul kayu salibnya sendiri menuju tempat penyaliban. Lalu, mereka akan disalibkan dengan kaki dan kedua tangan dipakukan di kayu salib. Pengalaman seperti inilah yang dialami oleh Yesus ketika Ia harus memikul salib menuju Golgota untuk disalibkan dan mati. Tapi, kematian Yesus bukan karena dosa yang dibuat, tetapi untuk menanggung dosa seluruh umat manusia. Jadi, ketika Yesus berkata bahwa seorang murid Kristus harus rela memikul salib dan mati bagi dirinya setiap hari, berarti murid Kristus harus memiliki sikap rela memikul salib sendiri (Lukas 14:27). Salib merupakan instrumen hukuman. Tentunya Tuhan tidak menyuruh kita untuk memikul salib karena kejahatan kita, tetapi yang disalibkan adalah pikiran dan tindakan atau keinginan duniawi yang menimbulkan kejahatan.

Makna salib adalah pengorbanan diri dan ketaatan. Yesus disalibkan bukan karena dosa-Nya, tapi untuk menebus dosa manusia. Ia mengorbankan diri-Nya agar kita memperoleh keselamatan. Dia datang untuk melakukan kehendak Bapa yaitu keselamatan manusia (Yohanes 6:38-39). Itulah sebabnya Ia berdoa, “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki,”(Matius 26:39). Jalan salib adalah wujud ketaatan Yesus kepada Bapa, sesuai Filipi 2:6-8, di mana Yesus tidak mempertahankan hak-Nya, tetapi Ia taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Jadi untuk menjadi murid Kristus, kita harus menyalibkan keduniawian kita dan taat untuk melakukan kehendak Allah.

Renungan firman:
Sudahkah Anda memikul salib seperti Yesus? Bagikan pengalaman Anda di komsel. Diskusikan gaya hidup murid Kristus dan buatlah komitmen untuk mempraktekkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: