MURID SEJATI Menyangkal Dirinya

24 Feb

Bacaan Firman
Bacalah Roma 14:8; II Korintus 5:15; Galatia 2:20; Kisah Para Rasul 20:22-24 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:
1. Milik siapakah kita, entah kita hidup ataupun mati? (Roma 14:8).
2. Untuk siapakah kita hidup? (II Korintus 5:15).
3. Siapakah yang sebenarnya hidup? Paulus atau Kristus? (Galatia 2:20).
4. Bagaimana cara menyangkal diri? (Kisah 20:22-24).

Menyangkal diri yang dimaksud adalah tidak mengandalkan diri sendiri dalam segala hal. Kita harus mengakui bahwa kita tidak memiliki hak atas hidup kita, tetapi Tuhanlah yang menjadi sumber keselamatan, pertolongan dan pemeliharaan hidup kita. Bukan kuat dan gagah perkasanya kita, tetapi oleh Roh Tuhan. Menyangkal diri berarti kita tidak berkompromi dengan kebenaran diri kita sendiri. Kita tidak bisa membenarkan tindakan-tindakan kita yang tidak sesuai dengan firman Allah. Apa yang kita pikirkan dan lakukan haruslah mengacu pada kehendak Allah dalam firman-Nya. Prinsip penyangkalan diri dapat kita lihat dalam diri para rasul Tuhan Yesus. Salah satu contoh adalah rasul Paulus yang menulis banyak pernyataan di dalam surat-suratnya, bahwa apa yang ia pikirkan, apa yang ia lakukan dan katakan semata-mata bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk Tuhan. Katanya, ”Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup dan mati, kita adalah milik Tuhan,” (Roma 14:8). Dalam Kisah Para Rasul 20:22-23, Paulus menyebut dirinya sebagai tawanan Roh, yang berarti ia harus mengikuti kemauan Roh Kudus. Kemanapun Roh Kudus menyuruh Paulus, dan apapun yang dikehendaki oleh Roh Kudus untuk dilakukan, maka ia wajib melakukannya. Ini berarti harus berhadapan dengan penjara sekalipun. Jadi, Paulus menjelaskan tentang kerinduan dan harapannya bahwa Kristus dengan nyata dimuliakan dalam dirinya, baik hidup ataupun mati (Filipi 1:20-21). Bagi sang rasul, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Bagaimana dengan kita yang ingin menjadi murid Kristus? Sikap seorang murid sejati adalah menyangkal diri. Sudah siapkah Anda?

Renungan Firman:
Apakah Anda masih sulit untuk menyangkal diri atau Anda mentaati Tuhan? Bagikan pengalaman Anda di komsel tentang bagaimana Anda belajar menyangkal diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: