Mencari Lowongan Kerja Tanpa Kepergok Atasan

16 Feb

tpgimages

Hati-hati bila atasan mendadak lewat dan mengetahui Anda sibuk browsing lowongan pekerjaan.

Anda mendapat info dari seorang rekan bahwa sebuah situs penyedia lowongan pekerjaan mengiklankan posisi yang Anda incar di sebuah perusahaan impian Anda. Karena keterbatasan waktu, akhirnya Anda hanya sempat membuka situs tersebut di kantor. Anda terpaksa melakukannya, dengan perasaan was-was atasan akan melewati meja Anda dan mengetahui yang Anda lakukan. Bila Anda buru-buru mengklik windows lain saat atasan Anda lewat, atau menutup windows di mana situs tersebut terpampang, atasan Anda pasti curiga. Anda tak ingin ia tahu Anda berniat mengundurkan diri. Lebih parah lagi bila atasan langsung menunjuk orang lain untuk menempati posisi Anda, padahal Anda ternyata tak diterima di perusahaan baru tersebut.

Selain itu, ada banyak hal lain yang bisa menimbulkan kecurigaan atasan Anda mengenai niat Anda. Misalnya, Anda kasak-kusuk dengan teman-teman Anda mengenai eksodus di perusahaan saingan, dan Anda berniat mencoba peruntungan di sana.

Lantas, bagaimana cara mengantisipasi agar niat Anda untuk berburu pekerjaan di tempat lain berlangsung dengan mulus?

1. Jangan membicarakan rencana Anda tersebut kepada siapa pun di kantor. Biarkan hal itu menjadi rahasia Anda, sampai Anda betul-betul diterima dengan kompensasi sesuai yang Anda inginkan. Anda tak bisa berharap rekan Anda mampu menyimpan rahasia jika Anda sendiri tak bisa.

2. Jangan menggunakan telepon atau fasilitas e-mail kantor. Pada beberapa perusahaan, atasan memiliki akses untuk memonitor komputer atau penggunaan telepon dari Anda. Adalah perbuatan konyol jika Anda memaksa menggunakannya. Pakai saja e-mail pribadi dan ponsel Anda. Keluarlah dari ruangan jika mendapat telepon dari perusahaan yang ingin mengundang Anda interview.

3. Jangan mem-browsing lowongan kerja pada jam kerja. Mencari lowongan pekerjaan yang Anda inginkan jelas membutuhkan waktu. Lebih baik gunakan jam makan siang Anda, atau saat atasan sedang tak berada di kantor.

4. Jangan menggunakan peralatan kantor lainnya, seperti printer, kertas, dan tinta untuk mencetak berkas lamaran dan CV Anda, serta menitipkan dokumen di kurir langganan kantor. Sangat tidak adil jika Anda memanfaatkan fasilitas kantor untuk membiayai "pelarian" Anda.

5. Jadwalkan wawancara sebelum atau sesudah jam kantor, atau saat break makan siang. Meminta izin untuk masuk tengah hari justru akan menimbulkan pertanyaan dari atasan mengenai keberadaan Anda. Bila perlu, lakukan cuti sehari.

6. Perhatikan cara Anda berdandan saat menghadapi interview. Jika biasanya Anda dikenal sebagai Si Tomboy yang selalu mengenakan pants lalu tiba-tiba muncul di kantor dengan blazer dan rok, rekan-rekan dan atasan tentu langsung curiga. Anda harus mau sedikit repot. Ganti busana interview Anda dengan pakaian kantor Anda seperti biasanya.

7. Atasan memang orang yang paling tahu bagaimana kualitas Anda sebagai karyawan, tetapi jangan menjadikannya referensi Anda. Lebih baik Anda meminta mantan atasan yang sudah berkarier di perusahaan lain, atau mantan karyawan lain yang sudah mengenal Anda dengan baik.

8. Hati-hati jika melamar pekerjaan di perusahaan yang merupakan mitra atau klien perusahaan Anda, di mana sebagian besar karyawannya mengenal Anda. Anda tak akan tahu ketika salah seorang dari mereka tanpa sengaja menceritakan pada atasan bahwa mereka baru saja mewawancarai Anda.

Sumber: Career Planning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: