Memulihkan Hubungan: Bersimpati

16 Feb

Bacaan Hari ini :
Amsal 19:11 “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.”
__________________________________________

Langkah Alkitabiah kedua untuk memulihkan hubungan adalah untuk bersimpati dengan perasaan orang lain.

Gunakan telinga Anda lebih dari mulut Anda.
Sebelum mencoba memecahkan suatu perselisihan, Anda harus terlebih dahulu mendengarkan perasaan orang lain.
Paulus berpesan, “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:4)
Ungkapan “memperhatikan” adalah skopos yang merupakan kata Yunani yang dipakai untuk membentuk kata-kata teleskop dan mikroskop.
Ini berarti adalah sangat memperhatikan!
Fokus pada perasaan mereka, bukan fakta.
Mulailah dengan simpati, bukan solusi.

Jangan mencoba berbicara kepada orang tentang apa yang mereka rasakan pada awalnya.
Dengarkan saja dan biarkan mereka mengeluarkan emosi tanpa bersikap membela.
Mengangguk bahwa Anda paham meskipun Anda tidak setuju.
Perasaan tidaklah selalu benar atau logis.
Bahkan, kebencian membuat kita bertindak dan berpikir dengan cara bodoh.
Daud mengakui, “Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.” (Mazmur 73:21-22 )
Kita semua bertindak bodoh ketika terluka.

Sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa kesabaran berasal dari hikmat (Amsal 19:11), dan kebijaksanaan datang dari mendengarkan pandangan orang lain.

Dengan mendengarkan berarti Anda mengatakan, “Saya menghargai pendapat Anda, saya peduli dengan hubungan kita, dan Anda berarti bagi saya.”
Ungkapan klise itu adalah benar: Orang tidak peduli apa yang kita ketahui sampai mereka tahu kita peduli.

Untuk memulihkan hubungan kita harus “mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.” (Roma 15:2)
Ini adalah pengorbanan untuk sabar menghadapi kemarahan orang lain, terutama jika itu tidak berdasar.

Tapi ingat, ini adalah apa yang Yesus lakukan untuk Anda.
Dia menanggung kemarahan yang dahsyat dan tidak berdasar dalam bentuk siksaan di kayu Salib untuk menyelamatkan Anda.
“Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: ‘Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.'” (Roma 15:3)
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 19-20; Matius 27:51-66
__________________________________________

Kita diingatkan untuk bisa bersimpati terhadap perasaan orang lain dan sabar terhadap kesalahan orang lain, karena Yesus terlebih dahulu telah melakukannya untuk kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
_________________________________________

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: