Bos Perempuan Lebih Toleran Dibanding Bos Pria

16 Feb

SHUTTERSTOCK

Bos perempuan ternyata lebih toleran ketika mengetahui karyawannya melakukan hal pribadi seperti bermain facebook saat jam kerja

KOMPAS.com – Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa bos perempuan biasanya lebih kejam atau lebih bitchy. Namun ternyata tak semua hal itu benar, karena ternyata ada hal posistif yang dimiliki bos perempuan dibanding dengan bos laki-laki.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bos perempuan ternyata lebih bertanggung jawab dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap para karyawan yang melakukan pekerjaan pribadi selama jam kerja. Penelitian ini mengungkapkan, dibandingkan harus memarahi karyawannya karena melakukan pekerjaan pribadi saat jam kerja, misalnya membayar tagihan rumah tangga atau kartu kredit, bos perempuan lebih mampu mentolerirnya. Asalkan karyawan tersebut bisa menjaga keseimbangan pekerjaan dan tanggungjawab mereka dengan baik.
Sebaliknya bos laki-laki cenderung lebih mudah kehilangan kesabaran ketika melihat karyawannya melakukan kegiatan pribadi di kantor, termasuk membuka-buka jejaring sosial  atau melakukan telepon pribadi. Seorang bos perempuan akan lebih berempati dengan karyawannya, dan lebih memilih untuk menegur secara pribadi kepada para staf yang dinilai sudah melampaui batas wajar. Mereka melakukan ini karena mereka menyadari dan bersimpati terhadap masalah orang lain yang kemungkinan besar juga mereka alami.
Di sisi lain, bos pria cenderung menegur langsung ketika melihat karyawan melakukan hal ini. Penelitian yang dilakukan oleh Vodafone terhadap 1.000 bos perempuan dan laki-laki membuktikan bahwa bos laki-laki ini bisa menumpahkan emosinya kepada karyawan karena melakukan hal pribadi selama jam kerja.

"Penelitian ini membuktikan bahwa sudah terjadi pergeseran budaya. Para bos di Inggris menyadari bisnis yang sukses harus berfokus pada hasil berkelanjutan, bukan memantau apa yang karyawan lakukan di mejanya. Ini membuktikan juga bahwa pola kerja ‘9 to 5‘ sudah tidak akan berhasil karena mereka lebih memilih untuk mengerjakan pekerjaan mereka tanpa batas waktu dan tempat," tukas Peter Kelly, juru bicara penelitian ini.
Bos perempuan lebih memahami berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi karyawan untuk memperoleh keseimbangan yang baik dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Karena itu biasanya bos perempuan lebih jarang memberikan tambahan jam kerja kepada karyawannya kecuali benar-benar diperlukan.  Sedangkan para pria terlihat lebih tegas dan disiplin untuk memisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Studi menunjukkan pula bahwa bos pria lebih sering bermasalah dengan hal ini, dan menegur karyawan setidaknya sehari sekali dibandingkan dengan bos perempuan yang menegur hanya seminggu sekali.
Meskipun demikian, bos pria juga masih toleran untuk menanggapi telepon pribadi yang ditujukan untuk orangtua, dan bukan untuk lawan jenisnya. "Para pekerja lebih nyaman tidak bekerja di balik meja, dan tidak keberatan melakukan pekerjaan di malam hari atau weekend. Namun sebagai gantinya, mereka mengharapkan bos untuk tak terlalu keras dalam aturan sehingga mereka bisa melakukan pekerjaan pribadi sesekali, menelepon, atau mengecek Facebook selama jam kerja," tukas Peter.

Sumber: Daily Mail

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: