ALKITAB ULANGAN

7 Feb

Penulis          : Musa
Tema             : Pembaharuan Perjanjian
Tanggal Penulisan: Sekitar 1405 SM

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Kitab ini berisi amanat perpisahan Musa yang dalamnya ia mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel demi angkatan Israel yang baru. Mereka kini sudah mencapai akhir dari pengembaraan di padang gurun dan siap masuk ke Kanaan. Sebagian besar angkatan ini tidak mengingat Paskah yang pertama, penyeberangan Laut Merah, atau pemberian Hukum di Gunung Sinai.  Mereka memerlukan pengisahan kembali yang bersemangat mengenai perjanjian, hukum Taurat, dan kesetiaan Allah, dan suatu pernyataan baru mengenai berbagai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan. Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan “angkatan keluaran” bangsa Israel yang suka memberontak selama 39 tahun, kitab Ulangan meliputi masa yang pendek sekitar satu bulan pada satu tempat di dataran Moab sebelah timur Yerikho dan Sungai Yordan.

Ulangan ditulis oleh Musa (Ul 31:9,24-26; bd. Bil 4:44-46; Bil 29:1) dan diwariskan kepada Israel sebagai dokumen perjanjian untuk dibacakan seluruhnya di hadapan seluruh bangsa setiap tujuh tahun (Ul 31:10-13). Musa mungkin menyelesaikan penulisan kitab ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM. Bahwa Musa menulis kitab ini ditegaskan oleh

(1) Pentateukh Samaria dan Yahudi,

(2) para penulis PL (mis. Yos 1:7; 1Raj 2:3; 2Raj 14:6; Ezr 3:2; Neh 1:8-9; Dan 9:11),

(3) Yesus (Mat 19:7-9; Yoh 5:45-47) dan penulis PB yang lain (mis. Kis 3:22-23; Rom 10:19),

(4) para cendekiawan Kristen zaman dahulu,

(5) cendekiawan konservatif masa kini, dan

(6) bukti di dalam kitab Ulangan sendiri (mis. kesamaan susunan dengan bentuk-bentuk perjanjian yang ditulis pada abad ke-15 SM). Kisah kematian Musa (pasal 34; Ul 34:1-12) sudah pasti ditambahkan segera sesudah peristiwa itu terjadi (sangat mungkin oleh Yosua) sebagai penghargaan yang layak bagi Musa, hamba Tuhan itu.
Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Pendahuluan
(Ul 1:1-5)
I.  Wejangan Musa I:
Menceritakan Kembali Sejarah Israel yang Baru Mereka Alami
(Ul 1:6-4:43)
A. Meninggalkan Gunung Sinai
(Ul 1:6-18)
B. Ketidakpercayaan di Kadesy-Barnea
(Ul 1:19-46)
C. Pengembaraan di Padang Gurun
(Ul 2:1-15)
D. Menuju Dataran Moab
(Ul 2:16-3:29)
E. Nasihat Musa untuk Taat
(Ul 4:1-43)
II. Wejangan Musa II: Kewajiban-Kewajiban Utama Perjanjian
(Ul 4:44-26:19)
A. Kesepuluh Hukum
(Ul 4:44-5:33)
B. Shema dan Perintah-Perintah yang Penting
(Ul 6:1-25)
C. Berbagai Perintah, Janji, dan Peringatan Praktis
(Ul 7:1-11:32)
D. Berbagai Perintah Mengenai Penyembahan
(Ul 12:1-32)
E. Berbagai Perintah Mengenai Nabi-Nabi Palsu
(Ul 13:1-18)
F. Berbagai Perintah Mengenai Makanan, Persepuluhan,
dan Tahun Sabat
(Ul 14:1-15:23)
G. Berbagai Perintah Mengenai Hari Raya Tahunan
(Ul 16:1-17)
H. Berbagai Perintah Mengenai Pemimpin-Pemimpin
(Ul 16:18-18:22)
I. Berbagai Hukum Perdata dan Sosial
(Ul 19:1-26:19)
III.Wejangan Musa III: Memperbaharui dan Mengesahkan Perjanjian
(Ul 27:1-30:20)
A. Musa Memperingatkan Israel dengan Serius
(Ul 27:1-26)
B. Berkat-Berkat yang Dijanjikan untuk Ketaatan dan Kutukan-Kutukan
yang Dikenakan untuk Ketidaktaatan
(Ul 28:1-68)
C. Menguraikan Kembali Perjanjian dan Berbagai Nasihat
yang Berhubungan
(Ul 29:1-30:20)
IV. Berbagai Kegiatan Musa yang Terakhir dan Kematiannya
(Ul 31:1-34:12)
A. Musa Memperingatkan Israel dan Menahbiskan Yosua
(Ul 31:1-29)
B. Nyanyian Musa
(Ul 31:30-32:47)
C. Perintah Allah Bagi Musa
(Ul 32:48-52)
D. Musa Memberikati ke-12 Suku
(Ul 33:1-29)
E. Kematian dan Penguburan Musa, Ringkasan Terakhir
(Ul 34:1-12)
Tujuan
~~~~~~
Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua untuk penaklukan Kanaan, maksud Musa mula-mula ialah untuk menasihati dan mengarahkan angkatan Israel yang baru tentang

(1) perbuatan-perbuatan perkasa dan janji-janji Allah,

(2) kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman dan taat, dan

(3) perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup di dalam kehendak-Nya, serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan mereka.

Survai
~~~~~~
Sebagai dokumen pembaharuan perjanjian, Ulangan disusun sesuai dengan perjanjian antar dua kerajaan ketika itu:

(1) pengantar (Ul 1:1-5);

(2) pendahuluan bertalian dengan sejarah (Ul 1:6-4:43);

(3) syarat-syarat utama (Ul 4:44-26:19);

(4) berbagai kutukan dan berkat (Ul 27:1-30:20); dan

(5) berbagai ketetapan mengenai kesinambungan perjanjian itu (Ul 31:1-33:39).

Dengan segala kesungguhan yang dimilikinya, Musa mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel terutama melalui tiga amanat yang bersemangat.

(1) Amanat Musa yang pertama membahas kembali sejarah dan kegagalan Israel sejak Gunung Sinai serta menantang angkatan yang baru itu untuk takut akan Allah dan taat kepada-Nya (Ul 1:6-4:43).

(2) Amanat Musa yang kedua mengulas dan menerapkan banyak hukum perjanjian berhubungan dengan soal-soal seperti melaksanakan Sabat, penyembahan, kaum miskin, hari raya tahunan, warisan, hak milik atas harta benda, kebejatan seks, perlakuan hamba-hamba, dan pelaksanaan kehakiman (Ul 4:44-26:19).

(3) Amanat Musa yang ketiga bernubuat tentang berkat dan kutukan yang akan menimpa Israel sesuai dengan ketaatan atau ketidaktaatan mereka (Ul 27:1-30:20). Pasal-pasal yang sisa termasuk pengangkatan Yosua oleh Musa sebagai penggantinya serta kesaksian mengenai wafatnya Musa (Ul 31:1-34:12).
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Empat ciri khas menandai Ulangan.

(1) Ulangan menyediakan bagi angkatan Israel yang baru (yang sebentar lagi akan masuk Kanaan) landasan dan motivasi yang diperlukan untuk mewarisi tanah yang dijanjikan dengan memusatkan perhatian kepada tabiat Allah dan perjanjian-Nya dengan Israel.

(2) Ulangan merupakan “Kitab Hukum Kedua” karena di dalamnya Musa, pemimpin Israel yang berusia 120 tahun, menyatakan kembali dan merangkum (dalam bentuk khotbah) sabda Tuhan yang terdapat di dalam keempat kitab sebelumnya.

(3) Ulangan merupakan “Kitab Kenangan.” Nasihat yang khas dari Ulangan ialah, “Ingatlah … dan jangan melupakan.” Daripada mengemukakan usaha untuk mencari “kebenaran baru,” Ulangan menasihati Israel untuk mempertahankan dan menaati kebenaran yang sudah dinyatakan Allah sebelumnya dalam Firman-Nya yang mutlak dan tidak berubah.

(4) Dasar pikiran yang penting dalam kitab ini adalah rumusan “iman-tambah-ketaatan.” Israel dipanggil untuk mempercayai Allah dengan segenap jiwa raga dan menaati perintah-perintah-Nya dengan tekun. Iman-tambah-ketaatan akan memungkinkan mereka mewarisi janji-janji berkat Allah yang penuh; ketiadaan iman dan ketaatan, pada pihak lain, akan mengakibatkan kegagalan dan hukuman.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ketika Yesus dicobai oleh Iblis, Ia menanggapinya dengan mengutip ayat-ayat dari Ulangan (Mat 4:4,7,10 mengutip Ul 8:3; Ul 6:16; Ul 6:13). Ketika Yesus ditanya tentang hukum mana yang paling besar, Ia menjawab dari Ulangan (Mat 22:37; bd. Ul 6:5). Kitab-kitab PB mengutip atau mengacu kepada Ulangan hampir sebanyak 100 kali. Sebuah nubuat Mesianis yang jelas (Ul 18:15-19) disebutkan dua kali dalam Kisah Para Rasul (Ul 3:22-23; Ul 7:37). Sifat rohani Ulangan merupakan landasan dari penyataan PB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: