ALKITAB AYUB

7 Feb

Penulis          : Tidak Dikenal
Tema             : Mengapa Orang Benar Menderita ?
Tanggal Penulisan: Tidak Pasti

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat dan syair dalam PL: “hikmat” karena membahas secara mendalam soal-soal universal yang penting dari umat manusia; “syair” karena hampir seluruh kitab ini berbentuk syair. Akan tetapi, semua syair ini berdasarkan seorang tokoh sejarah yang nyata (lih. Yeh 14:14,20) dan suatu peristiwa sejarah yang nyata (lih. Yak 5:11).  Tempat terjadinya peristiwa dalam kitab ini ialah “tanah Us” (Ayb 1:1) yang kemudian menjadi wilayah Edom, terletak di bagian tenggara Laut Mati atau di sebelah utara Arabia (bd. Rat 4:21); jadi latar belakang sejarah Ayub bersifat Arab dan bukan Ibrani.

Dua tanggal penting hendaknya dipertimbangkan berhubungan dengan kitab Ayub:

(1) tanggal kehidupan Ayub sendiri dan peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam kitab ini, dan

(2) tanggal penulis kitab ini yang diilhamkan.

Beberapa fakta menunjukkan bahwa Ayub sendiri hidup sekitar zaman Abraham (2000 SM) atau sebelumnya. Fakta-fakta yang paling penting ialah:

(1) Ayub masih hidup selama 140 tahun setelah peristiwa-peristiwa dalam kitab ini (Ayb 42:16), yang menyarankan jangka hidup yang hampir 200 tahun (Abraham hidup 175 tahun);

(2) kekayaannya dihitung dari jumlah ternak (Ayub 1:3; Ayb 42:12);

(3) pelayanannya sebagai imam dalam keluarganya, seperti Abraham, Ishak, dan Yakub (Ayb 1:5);

(4) sistem keluarga pimpinan ayah menjadi kesatuan sosial mendasar seperti pada zaman Abraham (Ayb 1:4-5,13);

(5) serbuan orang-orang Syeba (Ayb 1:15) dan orang Kasdim (Ayb 1:17) yang cocok dengan zaman Abraham;

(6) sering kali (31 kali) penulis memakai nama yang dipakai para patriarkh bagi Allah, yaitu Shaddai (Yang Mahakuasa); dan

(7) tidak ada petunjuk sama sekali kepada sejarah Israel atau hukum Musa sehingga memberi kesan tentang zaman pra-Musa (sebelum 1500 SM).

Ada tiga pandangan utama mengenai tanggal kitab ini ditulis. Kitab ini mungkin disusun

(1) selama zaman para leluhur (sekitar 2000 SM) tidak lama sesudah semua peristiwa ini terjadi dan mungkin ditulis oleh Ayub sendiri;

(2) selama zaman Salomo atau tidak lama sesudah itu (sekitar 950-900 SM), karena bentuk sastra dan gaya penulisannya mirip dengan kitab-kitab sastra hikmat masa itu; atau

(3) selama masa pembuangan (sekitar 586-538 SM), ketika umat Allah sedang bergumul mencari arti teologis dari bencana mereka.

Penulis yang tidak dikenal, jikalau bukan Ayub sendiri, pastilah memiliki sumber-sumber lisan atau tertulis yang terinci dari zaman Ayub, yang dipakainya di bawah dorongan dan ilham ilahi untuk menulis kitab ini sebagaimana adanya sekarang. Beberapa bagian dari kitab ini pasti telah diberikan melalui penyataan langsung dari Allah (mis. Ayb 1:6-2:10).
Garis Besar
~~~~~~~~~~~
I.  Prolog Prosa: Krisisnya
(Ayb 1:1-2:13)
A. Ayub, Orang Benar yang Takut Akan Allah
(Ayb 1:1-5)
B. Percakapan Antara Tuhan Dengan Iblis, dan Berbagai Musibah
yang Kemudian Menimpa Ayub
(Ayb 1:6-2:10)
C. Kunjungan Ketiga Sahabat Ayub
(Ayb 2:11-13)
II. Dialog Antara Ayub dan Teman-temannya: Usaha Mencari Jawaban
yang Masuk Akal
(Ayb 3:1-31:40)
A. Rangkaian Dialog Pertama: Kebenaran Allah
(Ayb 3:1-14:22)
1. Ayub Meratapi Hari Kelahirannya
(Ayb 3:1-26)
2. Tanggapan Elifas
(Ayb 4:1-5:27)
3. Tanggapan Balik Ayub
(Ayb 6:1-7:21)
4. Tanggapan Bildad
(Ayb 8:1-22)
5. Tanggapan Balik Ayub
(Ayb 9:1-10:22)
6. Tanggapan Zofar
(Ayb 11:1-20)
7. Tanggapan Balik Ayub
(Ayb 12:1-14:22)
B. Rangkaian Dialog Kedua: Nasib Orang Fasik
(Ayb 15:1-21:34)
1. Tanggapan Elifas
(Ayb 15:1-35)
2. Tanggapan Balik Ayub
(Ayb 16:1-17:16)
3. Tanggapan Bildad
(Ayb 18:1-21)
4. Tanggapan Balik Ayub
(Ayb 19:1-29)
5. Tanggapan Zofar
(Ayb 20:1-29)
6. Tanggapan Balik Ayub
(Ayb 21:1-34)
C. Rangkaian Dialog Ketiga: Sifat Berdosa Ayub
(Ayb 22:1-31:40)
1. Tanggapan Elifas
(Ayb 22:1-30)
2. Tanggapan Balik Ayub
(Ayb 23:1-24:25)
3. Tanggapan Bildad
(Ayb 25:1-6)
4. Tanggapan Balik Ayub
(Ayb 26:1-14)
5. Rangkuman Terakhir Ayub Mengenai Pendapat Dasarnya
(Ayb 27:1-31:40)
III.Berbagai Wejangan Elihu: Awal Pengertian
(Ayb 32:1-37:24)
A. Elihu Diperkenalkan
(Ayb 32:1-6a)
B. Wejangan Pertama: Ajaran Allah Kepada Manusia Melalui Penderitaan
(Ayb 32:6-33:33)
C. Wejangan Kedua: Keadilan Allah dan Kepongahan Ayub
(Ayb 34:1-37)
D. Wejangan Ketiga: Kejujuran Tidaklah Tanpa Keuntungan
(Ayb 35:1-16)
E. Wejangan Keempat: Kesemarakan Allah dan Ketidaktahuan Ayub
(Ayb 36:1-37:24)
IV. Tuhan Menjawab Ayub: Penyataan Langsung
(Ayb 38:1-42:6)
A. Allah Menegur Ketidaktahuan Ayub
(Ayb 38:1-39:35)
B. Kerendahan Hati Ayub
(Ayb 39:36-38)
C. Allah Menentang Kecaman Ayub Terhadap Keadilan-Nya Dalam Memerintah
Dunia (Ayb 40:1-41:25)
D. Ayub Mengakui Keterbatasan Pengetahuannya Tentang Jalan-Jalan Allah
(Ayb 42:1-6)
V.  Epilog Prosa: Krisis Berakhir
(Ayb 42:7-17)
A. Ayub Berdoa untuk Ketiga Temannya
(Ayb 42:7-9)
B. Berkat Dua Kali Lipat bagi Ayub
(Ayb 42:10-17)
Tujuan
~~~~~~
Kitab Ayub menggumuli pertanyaan abadi, “Jikalau Allah itu adil dan penuh kasih, mengapa diizinkan-Nya orang yang sungguh-sungguh benar seperti Ayub (Ayb 1:1,18) menderita demikian hebat?” Ketika menggumuli soal ini, penulis mengemukakan kebenaran-kebenaran berikut.

(1) Selaku musuh Allah, Iblis menerima izin untuk menguji kesejatian iman seorang benar dengan menyiksa dia; tetapi kasih karunia Allah menang atas penderitaan karena oleh iman Ayub tetap kokoh dan tidak goyah, bahkan ketika kelihatannya tidak ada keuntungan jasmaniah atau duniawi untuk terus mengabdi kepada Allah.

(2) Allah digerakkan oleh pertimbangan-pertimbangan yang terlalu luas sehingga tak dapat dipahami oleh pikiran manusia (Ayb 37:5); karena kita tidak melihat dengan kelapangan hati dan visi Yang Mahakuasa, maka kita memerlukan Allah menyatakan diri-Nya kepada kita.

(3) Landasan iman yang sesungguhnya tidak terletak dalam berkat-berkat Allah, dalam situasi-situasi pribadi atau jawaban-jawaban yang cerdik pandai, tetapi dalam penyataan Allah sendiri.

(4) Allah kadang-kadang mengizinkan Iblis menguji orang benar dengan kesengsaraan agar memurnikan iman dan kehidupan mereka, sebagaimana emas dimurnikan oleh api (Ayb 23:10; bd. 1Pet 1:6-7); ujian semacam itu mengakibatkan peningkatan integritas rohani dan kerendahan hati umat-Nya (Ayb 42:1-10).

(5) Sekalipun cara-cara Allah menghadapi kita kadang-kadang tampak suram dan kejam (sebagaimana dikira oleh Ayub sendiri), akhirnya Allah tampak dalam belas kasihan dan kemurahan yang penuh. (Ayb 42:7-17; bd. Yak 5:11).

Survai
~~~~~~
Terdapat lima bagian tertentu di dalam struktur kitab Ayub:

(1) Prolog (pasal 1-2; Ayb 1:1-2:13) yang melukiskan musibah Ayub dan penyebabnya;

(2) tiga rangkaian dialog di antara Ayub dan ketiga orang temannya, ketika mereka mencari jawaban-jawaban yang masuk akal untuk penderitaan Ayub (pasal 3-31; Ayb 3:1-31:40);

(3) empat monolog oleh Elihu, seorang yang lebih muda daripada Ayub dan ketiga temannya, yang berisi sekilas pengertian mengenai makna (sekalipun belum mengenai penyebab) penderitaan Ayub (pasal 32-37; Ayb 32:1-37:24);

(4) Allah sendiri, yang menegur ketidaktahuan dan keluhan Ayub serta mendengarkan tanggapan Ayub atas penyataan-Nya (pasal 38, 1-42, 6; Ayb 38:1-38; Ayb 1:1-42:17; Ayb 6:1-30);

(5) epilog (Ayb 42:7-17) yang mencatat pemulihan Ayub. Kitab Ayub seluruhnya ditulis dalam bentuk syair, kecuali tiga bagian:

(a) prolog,

(b) Ayb 32:1-6, dan

(c) epilog.

Dalam pasal 1 (Ayb 1:1-22) Ayub diperkenalkan sebagai seorang benar yang takut akan Allah (Ayb 1:1,8) dan terkaya dari semua orang di sebelah Timur (Ayb 1:3). Keadaan hidupnya mendadak berubah oleh serangkaian musibah besar yang memusnahkan harta milik, anak-anak, dan kesehatannya (Ayb 1:13-22; Ayb 2:7-10). Ayub bingung sama sekali, karena tidak menyadari bahwa dirinya terlibat dalam pertentangan di antara Allah dan Iblis (Ayb 1:6-12; Ayb 2:1-6). Ketiga teman Ayub — Elifas, Bildad, dan Zofar — datang untuk menghibur Ayub, tetapi akhirnya berdebat dengannya mengenai penyebab terjadinya penderitaan itu. Mereka bersikeras bahwa karena Allah itu adil, penderitaan Ayub pasti merupakan hukuman atas dosa-dosa tersembunyi dan satu-satunya jalan keluar baginya adalah bertobat. Ayub menolak jawaban mereka, menegaskan ketidakbersalahannya dan mengaku ketidakmampuannya untuk memahami (pasal 3-31; Ayb 3:1-31:40).  Elihu mengemukakan sudut pandang yang lain, yaitu penderitaan Ayub menyangkut maksud penebusan Allah untuk lebih memurnikan Ayub (pasal 32-37; Ayb 32:1-37:24).

Pada akhirnya semua terdiam, termasuk Ayub, ketika Allah sendiri berbicara kepada Ayub mengenai hikmat dan kuasa-Nya selaku Pencipta. Ayub mengakui ketidaktahuan dan ketidakberartian dirinya dengan penuh penyesalan dan rendah hati (pasal 38-41; Ayb 38:1-41:25). Ketika Ayub bertobat dari berbantah dengan Yang Mahakuasa (Ayb 40:1-4,8; Ayb 42:5-6) dan berdoa bagi teman-temannya yang telah sangat melukai hatinya (Ayub 42:8,10), ia dibebaskan dari pencobaan berat itu dan dipulihkan dua kali lipat (Ayb 42:10); Ayub juga dibenarkan ketika Allah berkata bahwa Ayub telah “berkata benar tentang Aku” (Ayb 42:7). Kehidupan Ayub kemudian hari lebih diberkati daripada sebelum penderitaan itu (Ayb 42:12-17). Sekalipun Allah tidak pernah memberikan pemahaman filosofis kepada Ayub mengenai penyebab penderitaannya, pembaca memperoleh perspektif yang penting ini dari prolog.
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Tujuh ciri utama menandai kitab ini.

(1) Ayub, penduduk Arab utara, seorang bukan Israel yang benar dan takut akan Allah, mungkin  telah hidup sebelum keluarga perjanjian Israel ada (Ayb 1:1).

(2) Kitab ini menyajikan pembahasan terdalam yang pernah ditulis mengenai rahasia penderitaan. Sebagai puisi dramatik, drama dalam kitab ini berisi rasa kesedihan yang mengharukan dan dialog intelektual yang menggugah perasaan.

(3) Kitab ini menyingkapkan suatu dinamika penting yang beroperasi dalam setiap ujian berat yang dialami orang saleh: sementara Iblis berusaha untuk menghancurkan iman orang saleh, Allah bekerja untuk membuktikan iman itu dan memperdalamnya. Keteguhan Ayub dalam iman yang sejati memungkinkan maksud Allah menang atas niat Iblis (bd. Yak 5:11).

(4) Kitab ini memberikan sumbangan tak ternilai kepada seluruh penyataan alkitabiah tentang pokok-pokok penting seperti Allah, umat manusia, penciptaan, Iblis, dosa, kebenaran, penderitaan, keadilan, pertobatan, dan iman.

(5) Sebagian besar kitab ini mencatat penilaian teologis yang salah tentang penderitaan Ayub oleh teman-temannya. Mungkin cara berpikir mereka yang salah diulang begitu sering dalam kitab ini karena mencerminkan kesalahan yang umum terdapat antara umat Allah dan yang harus diperbaiki.

(6) Peranan Iblis sebagai “penuduh” orang benar ditunjukkan dengan lebih jelas dalam Ayub daripada di kitab PL lainnya. Dari 19 acuan kepada Iblis dalam PL, 14 kali di antaranya ada dalam kitab ini.

(7) Secara dramatis kitab Ayub mempertunjukkan prinsip alkitabiah bahwa orang percaya diubah oleh penyataan dan bukan informasi (Ayb 42:5-6).

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Penebus yang diakui Ayub (Ayb 19:25-27), perantara yang didambakannya (Ayb 9:32-33), dan jawaban kepada semua pertanyaan dan keperluan yang mendalam, semuanya menemui penggenapannya di dalam Yesus Kristus. Yesus sepenuhnya manunggal dengan penderitaan manusia (bd. Ibr 4:15-16; Ibr 5:8) sebagai Penebus, perantara, hikmat, penyembuh, terang, dan hidup yang ditetapkan Allah. Roh nubuat mengenai kedatangan Kristus terungkap paling jelas dalam Ayb 19:25-27. Ayub dua kali disebutkan dalam PB:

(1) sebagai sebuah kutipan (Ayb 5:13 dalam 1Kor 3:19), dan

(2) sebagai acuan kepada ketabahan Ayub dalam penderitaan dan akibat yang penuh kemurahan dari tindakan Allah dalam hidupnya (Yak 5:11).

Kitab Ayub melukiskan dengan jelas kebenaran PB bahwa ketika orang percaya mengalami penganiayaan atau ujian penderitaan yang berat, mereka harus tetap teguh di dalam iman dan terus mempercayakan diri mereka kepada Dia yang menghakimi dengan adil, sama seperti yang dilakukan Yesus ketika Ia menderita (bd. 1Pet 2:23). Ayb 1:6-2:10 merupakan gambaran paling jelas mengenai musuh kita sebagaimana dinyatakan dalam 1Pet 5:8-9.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: