ALKITAB 2 TIMOTIUS

7 Feb

Penulis          : Paulus
Tema             : Bertekun dengan Ketabahan
Tanggal Penulisan: Sekitar tahun 67

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Inilah surat terakhir Paulus. Pada saat menulis surat ini, kaisar Nero sedang berusaha untuk menghentikan perkembangan kekristenan di Roma dengan penganiayaan yang bengis terhadap orang percaya; Paulus sekali lagi menjadi tahanan negara di Roma (2Tim 1:16). Dia menderita kekurangan sebagai seorang penjahat biasa (2Tim 2:9), ditinggalkan oleh kebanyakan sahabatnya (2Tim 1:15), dan sadar bahwa pelayanannya sudah berakhir dan kematiannya sudah dekat (2Tim 4:6-8,18; Lihat “PENDAHULUAN SURAT 1TIMOTIUS” 08217 untuk pembahasan yang lebih lanjut mengenai latar belakang dan kepenulisan).

Paulus menulis kepada Timotius sebagai “anakku yang kekasih” (2Tim 1:2) dan teman sekerja yang setia (bd. Rom 16:21). Hubungan yang erat serta kepercayaannya terhadap Timotius dilihat dalam halnya Paulus menyebutkan Timotius ikut terlibat dalam mengirimkan enam buah surat, kehadiran Timotius dengan Paulus dalam tahanan yang pertama (Fili 1:1; Kol 1:1; File 1:1) dan kedua surat pribadi kepadanya. Pada saat Paulus menghadapi kemungkinan dihukum mati adalah dekat, dua kali ia minta Timotius menemaninya di Roma (2Tim 4:9,21). Ketika Paulus mengirim surat kedua ini, Timotius masih berada di Efesus (2Tim 1:18; 2Tim 4:19).
Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Pendahuluan
(2Tim 1:1-4)
I.  Pesan Paulus kepada Timotius
(2Tim 1:5-18)
A. Mengobarkan Karunia Allah
(2Tim 1:5-7)
B. Bersedia Menderita untuk Injil
(2Tim 1:8-10)
C. Teladan Paulus
(2Tim 1:11-12)
D. Peganglah dan Pelihara Kebenaran
(2Tim 1:13-14)
E. Sahabat-sahabat Paulus di Roma yang Setia dan Tidak Setia
(2Tim 1:15-18)
II. Tuntutan-Tuntutan Terhadap Hamba Tuhan yang Setia
(2Tim 2:1-26)
A. Jadilah Kuat oleh Kasih Karunia
(2Tim 2:1)
B. Percayakan Berita kepada Orang yang Dapat Dipercayai
(2Tim 2:2)
C. Bertahan Dalam Kesukaran
(2Tim 2:3-7)
1. Sebagai Prajurit yang Baik
(2Tim 2:3-4)
2. Sebagai Olahragawan yang Berdisiplin
(2Tim 2:5)
3. Sebagai Petani yang Bekerja Keras
(2Tim 2:6-7)
D. Mati dan Menderita dengan Yesus Kristus
(2Tim 2:8-13)
E. Hindarilah Soal-soal yang Bodoh dan Mempertahankan Injil Dalam
Cara yang Tidak Tercela
(2Tim 2:14-26)
III.Peningkatan Kejahatan Terakhir yang Mendekat
(2Tim 3:1-9)
IV. Ketekunan Dalam Kebenaran
(2Tim 3:10-17)
A. Yang Dipelajari dari Paulus
(2Tim 3:10-14)
B. Yang Dipelajari dari Alkitab
(2Tim 3:15-17)
V.  Beritakanlah Firman Allah
(2Tim 4:1-5)
VI. Kesaksian dan Pengarahan Paulus
(2Tim 4:6-18)
A. Kesaksian Perpisahan Paulus
(2Tim 4:6-8)
B. Pengarahan Pribadi untuk Timotius
(2Tim 4:9-13)
C. Sebuah Kata Peringatan
(2Tim 4:14-15)
D. Keyakinan tentang Kesetiaan Allah
(2Tim 4:16-18)
Penutup
(2Tim 4:19-22)
Tujuan
~~~~~~
Karena mengetahui bahwa Timotius pemalu serta menghadapi kesukaran, dan karena menyadari akan kemungkinan penganiayaan berat dari luar gereja dan adanya guru-guru palsu di dalam gereja, Paulus menasihatkan Timotius agar dia memelihara Injil, memberitakan Firman Allah, menanggung kesukaran dan melaksanakan tugas-tugasnya.

Survai
~~~~~~
Dalam pasal 1; (2Tim 1:1-18) Paulus meyakinkan Timotius tentang kasih dan doanya yang tetap sambil mendorong dia untuk tetap setia tanpa berkompromi tehadap Injil, memelihara kebenaran dengan tekun dan mengikuti teladannya.

Dalam pasal 2; (2Tim 2:1-26) Paulus menugaskan anak rohaninya untuk tetap memelihara iman dengan mempercayakan kebenarannya kepada orang lain yang dapat dipercayai untuk mengajarkannya kepada orang lain (2Tim 2:2). Paulus menasihati gembala yang muda ini untuk menanggung kesukaran seperti prajurit yang baik (2Tim 2:3), melayani Allah dengan rajin dan memberitakan firman kebenaran dengan tepat (2Tim 2:15), memisahkan diri dari mereka yang meninggalkan kebenaran rasuli (2Tim 2:18-21), memelihara kemurniannya (2Tim 2:22) dan bekerja dengan tekun sebagai guru (2Tim 2:23-26).

Dalam pasal berikutnya Paulus mengingatkan Timotius bahwa kejahatan dan kemurtadan akan meningkat (2Tim 3:1-9), tetapi Timotius harus tetap setia kepada iman yang diwarisinya dan kepada Alkitab (2Tim 3:10-17).

Dalam pasal terakhir Paulus menugaskan Timotius untuk memberitakan Firman serta melaksanakan semua tugas pelayanannya (2Tim 4:1-5). Paulus menutup surat ini dengan memberitahukan Timotius tentang keadaan dirinya pada saat dia menghadapi kematian, sambil memohon Timotius datang dengan cepat (2Tim 4:6-22).
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini berisi perkataan terakhir Paulus yang ditulis sebelum pelaksanaan hukum mati oleh kaisar Nero di Roma hampir 35 tahun setelah pertobatannya kepada Kristus di jalan ke Damsyik.

(2) Surat ini berisi pernyataan yang paling terang dalam Alkitab mengenai pengilhaman dan tujuan ilahi Alkitab (2Tim 3:16-17): Paulus menekankan bahwa Alkitab harus ditafsirkan dengan cermat oleh pelayan-pelayan Firman (2Tim 2:15) dan mendorong penyerahan Firman Allah kepada orang yang dapat dipercayai yang kemudian dapat mengajar orang lain (2Tim 2:2).

(3) Sepanjang surat ini muncul nasihat-nasihat pendek tetapi tepat misalnya,
“mengobarkan karunia Allah” (2Tim 1:6),
“janganlah malu” (2Tim 1:8),
“menderita bagi Injil-Nya” (2Tim 1:8),
“Peganglah … ajaran yang sehat” (2Tim 1:13),
“peliharalah harta yang indah” (2Tim 1:14),
“jadilah kuat oleh kasih karunia” (2Tim 2:1),
“ikutlah menderita” (2Tim 2:3),
“memberitakan perkataan kebenaran” (2Tim 2:15),
“hindarilah” (2Tim 2:16),
“jauhilah … kejarlah” (2Tim 2:22),
berhati-hatilah terhadap kemurtadan yang mendekat (2Tim 3:1-9),
“tetap berpegang kepada kebenaran” (2Tim 3:14),
“beritakanlah Firman” (2Tim 4:2),
“lakukanlah pekerjaan pemberita Injil” (2Tim 4:5),
“tunaikanlah tugas pelayananmu” (2Tim 4:5).

(4) Tema yang berulang-ulang dari banyak nasihatnya adalah untuk berpegang pada iman (Yesus Kristus dan Injil asli dari rasul-rasul), jagalah iman itu dari pemutarbalikan dan kerusakan, menentang guru palsu, dan beritakan Injil yang benar dengan ketekunan yang teguh.

(5) Kesaksian terakhir Paulus adalah suatu contoh yang mengharukan dari keberanian dan harapan ketika menghadapi mati syahid yang sudah pasti (2Tim 4:6-8).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: