ALKITAB 2 SAMUEL

7 Feb

Penulis          : Tidak dikenal
Tema             : Pemerintahan Daud
Tanggal Penulisan: Akhir abad ke-10 SM

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Karena Kitab 1 dan 2 Samuel pada mulanya menjadi satu kitab dalam PL Ibrani, latar belakang 2 Samuel dibahas secara lebih terinci pada permulaan 1 Samuel (Lihat “PENDAHULUAN 1SAMUEL” 08037). Perlu diperhatikan di sini bahwa jikalau 1 Samuel meliputi sejarah selama hampir satu abad, dari kelahiran Samuel hingga kematian Saul (sekitar tahun 1105-1010 SM), maka 2 Samuel hanya mencatat pemerintahan Daud, suatu masa yang lamanya 40 tahun (sekitar 1010-970 SM).
Garis Besar
~~~~~~~~~~~
I.  Keberhasilan Daud yang Luar Biasa Sebagai Raja
(2Sam 1:1-10:19)
A. Keberhasilan Politik Daud
(2Sam 1:1-5:25)
1. Daud Meratapi Wafatnya Saul dan Yonatan
(2Sam 1:1-27)
2. Tahun-Tahun Daud Menjadi Raja Yehuda
(2Sam 2:1-4:12)
3. Daud Dinobatkan Raja atas Seluruh Israel
(2Sam 5:1-5)
4. Daud Menaklukkan Yerusalem dan Menjadikannya Pusat Pemerintahan
(2Sam 5:6-10)
5. Daud Meluaskan Kerajaan
(2Sam 5:11-25)
B. Keberhasilan Rohani Daud
(2Sam 6:1-7:29)
1. Daud Menetapkan Yerusalem Sebagai Pusat Keagamaan
(2Sam 6:1-23)
2. Daud Ingin Mendirikan Rumah untuk Allah
(2Sam 7:1-3)
3. Perjanjian Allah dengan Daud
(2Sam 7:4-17)
4. Tanggapan Daud
(2Sam 7:18-29)
C. Keberhasilan Militer Daud
(2Sam 8:1-10:19)
1. Berbagai Kemenangan Daud atas Orang Filistin, Moab, Zoba, Aram,
dan Edom (2Sam 8:1-12)
2. Pemerintahan Daud yang Adil di Yerusalem
(2Sam 8:13-9:13)
3. Kemenangan Daud atas Bangsa Amon
(2Sam 10:1-19)
II. Pelanggaran Daud yang Memalukan Sebagai Raja
(2Sam 11:1-12:14)
A. Perzinaan Daud dengan Batsyeba
(2Sam 11:1-5)
B. Pembunuhan Uria oleh Daud dan Usaha untuk Menyembunyikan Perbuatannya
(2Sam 11:6-27)
C. Kesalahan dan Hukuman Daud Dinyatakan oleh Nabi Natan
(2Sam 12:1-14)
III.Tahun-Tahun Daud Menuai Akibat-Akibat Dosa
(2Sam 12:15-20:26)
A. Hukuman atas Rumah Tangga Daud: Kebejatan dan Kematian
(2Sam 12:15-15:6)
1. Kematian Anak Perzinaannya
(2Sam 12:15-25)
2. Kesetiaan Yoab
(2Sam 12:26-31)
3. Amnon Memperkosa Tamar, Adik Tirinya
(2Sam 13:1-20)
4. Absalom Membunuh Amnon Sebagai Balas Dendam
(2Sam 13:21-36)
5. Pelarian, Kepulangan, dan Penipuan Absalom
(2Sam 13:37-15:6)
B. Hukuman atas Kerajaan Daud: Pemberontakan dan Pembunuhan
(2Sam 15:7-20:26)
1. Pemberontakan Absalom
(2Sam 15:7-12)
2. Daud Melarikan Diri dari Yerusalem Dalam Keadaan Malu
(2Sam 15:13-16:14)
3. Absalom Memerintah di Yerusalem
(2Sam 16:15-17:29)
4. Absalom Dikalahkan dan Dibunuh
(2Sam 18:1-32)
5. Ratapan Daud dan Teguran Yoab
(2Sam 18:33-19:8)
6. Daud Dipulihkan Sebagai Raja
(2Sam 19:9-43)
7. Pemberontakan dan Pembunuhan Syeba
(2Sam 20:1-26)
IV. Tahun-Tahun Terakhir Daud Sebagai Raja
(2Sam 21:1-24:25)
A. Bencana Kelaparan Selama Tiga Tahun
(2Sam 21:1-14)
B. Peperangan dengan Bangsa Filistin
(2Sam 21:15-22)
C. Mazmur Pujian Daud
(2Sam 22:1-51)
D. Kata-Kata Terakhir Daud
(2Sam 23:1-7)
E. Orang-Orang Perkasa Daud
(2Sam 23:8-39)
F. Sensus Daud dan Tulah Allah
(2Sam 24:1-17)
G. Syafaat Daud dan Kemurahan Allah
(2Sam 24:18-25)
Tujuan
~~~~~~
2 Samuel melanjutkan sejarah yang bersifat nubuat dari sifat teokratis kerajaan Israel. Kitab ini secara mendalam mengilustrasikan dari kehidupan pribadi dan pemerintahan Daud syarat-syarat perjanjian sebagaimana dikemukakan Musa dalam kitab Ulangan: ketaatan pada perjanjian menghasilkan berkat-berkat Allah; pengabaian hukum Allah mengakibatkan kutukan dan hukuman (lih. Ul 27:1-30:20).

Survai
~~~~~~
Catatan lengkap dari kehidupan Daud terbentang dari 1Sam 16:1 hingga 1Raj 2:11. 2 Samuel dimulai dengan kematian Saul dan pengurapan Daud di Hebron sebagai raja atas Yehuda selama tujuh setengah tahun (pasal 1-4; 2Sam 1:1-4:12). Sisa kitab ini memusatkan perhatian pada 33 tahun berikutnya dalam kehidupan Daud sebagai raja seluruh Israel di Yerusalem (pasal 5-24; 2Sam 5:1-24:25). Titik peralihan dari kitab ini dan juga dari kehidupan Daud ialah perzinaannya dengan Batsyeba dan pembunuhan Uria (pasal 11; 2Sam 11:1-27). Sebelum lembaran gelap ini, Daud melambangkan sebagian besar cita-cita seorang raja teokratis. Di bawah perkenan, hikmat, dan pengurapan Allah, Daud

(1) merebut Yerusalem dari suku Yebus dan menjadikannya ibu kota Israel (pasal 5; 2Sam 5:1-25),

(2) membawa kembali tabut perjanjian ke Yerusalem di tengah-tengah sukacita dan perayaan yang besar (pasal 6; 2Sam 6:1-23), dan

(3) menaklukkan musuh-musuh Israel, dimulai dengan bangsa Filistin (pasal 8-10; 2Sam 8:1-10:27); lalu “makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertainya” (2Sam 5:10).  Kepemimpinannya yang kuat menarik banyak “orang perkasa” dan membangkitkan kesetiaan yang mendalam. Daud sadar bahwa Allah telah menempatkan dirinya sebagai raja atas Israel, dan dengan terus terang ia mengakui kepemimpinan Allah atas dirinya dan bangsa Israel. Allah berjanji melalui nubuat bahwa seorang keturunan Daud akan duduk di takhtanya, yang akan menggenapi secara sempurna peranan seorang raja teokratis (2Sam 7:12-17; bd. Yes 9:5-6; Yes 11:1-5; Yer 23:5-6; Yer 33:14-16).

Akan tetapi, setelah dosa perzinaan dan pembunuhan tragis yang dilakukan oleh Daud, maka kehancuran dan pemberontakan moral melanda keluarganya (pasal 12-17; 2Sam 12:1-17:29) dan seluruh bangsa itu (pasal 18-20; 2Sam 18:1-20:26); berkat nasional yang demikian besar diubah menjadi hukuman nasional.  Sekalipun Daud dengan sungguh-sungguh bertobat dan mengalami rahmat pengampunan Allah (2Sam 12:13; bd. Mazm 51:1-21), akibat-akibat pelanggarannya itu terus berlanjut hingga akhir hidupnya bahkan hingga sesudah itu (bd. 2Sam 12:7-12). Sekalipun demikian, Allah tidak menolak Daud sebagai raja, sebagaimana Dia menolak Saul (bd.  1Sam 15:23).  Sesungguhnya, hati Daud yang merindukan Allah (lih.  mazmur-mazmur gubahannya), dan kebenciannya akan segala bentuk penyembahan berhala menjadikannya teladan dan tolok ukur bagi semua raja Israel yang kemudian (bd. 2Raj 18:3; 2Raj 22:2). 2 Samuel diakhiri dengan pembelian tempat pengirikan Arauna oleh Daud yang kemudian menjadi tempat didirikannya Bait Suci (2Sam 24:18-25).
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai 2 Samuel.

(1) 2 Samuel mencatat peristiwa-peristiwa penting dalam pemerintahan Daud selama 40 tahun, termasuk perebutan Yerusalem dari suku Yebus dan penetapannya sebagai pusat politik dan keagamaan Israel. Hidupnya ada di tengah-tengah kurun waktu kehidupan Abraham dengan Yesus Kristus.

(2) Titik pusat kitab ini (pasal 11; 2Sam 11:1-27) yang sangat penting mencatat dosa Daud yang tragis yang melibatkan Batsyeba dan suaminya Uria. Nabi yang mencatat sejarah kitab ini menekankan bahwa sekalipun perzinaan dan pembunuhan oleh Daud telah dilakukan dengan diam-diam, dosa itu dihukum secara terang-terangan oleh Allah pada setiap tingkatan kehidupan Daud — pribadi, keluarga, dan nasional.

(3) Hal ini menyatakan sebuah prinsip kepemimpinan yang penting dan abadi dalam kerajaan Allah: makin besar perkenan dan urapan Allah atas hidup sang pemimpin, makin besar pula hukuman Allah apabila ia melanggar kepercayaan Allah dengan melakukan pelanggaran moral atau etis. Sekalipun di dalam Alkitab Daud dipuji sebagai orang yang berkenan kepada hati Allah, perkenan Allah berubah menjadi hukuman dan berkat-berkat-Nya berubah menjadi kutukan setelah Daud berbuat dosa, sebagaimana tercantum dalam peringatan Musa kepada Israel (bd. Ul 28:1-31).

(4) Pasal-pasal yang menggambarkan dampak-dampak beriak yang terus-menerus dari dosa atas keluarga dan seluruh negeri itu (pasal 12-21; 2Sam 12:1-21:22) menunjukkan betapa terikatnya kesejahteraan seluruh bangsa dengan keadaan rohani dan moral pemimpinnya.

(5) Kitab ini menyoroti pelajaran moral abadi bahwa keberhasilan dan kemakmuran sering mendatangkan kelemahan moral, yang akhirnya menimbulkan kegagalan moral. Kehidupan dan pemerintahan Daud yang mengagumkan secara tragis tercemar dengan perzinaan dan pembunuhan ketika ia mencapai puncak keberhasilan dan kuasa sebagai raja.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pemerintahan Daud sebagai raja dalam pasal 1-10 (2Sam 1:1-10:19) melambangkan Raja Mesias. Penetapan Yerusalem sebagai kota kudus, karunia pemberian Allah akan perjanjian Daud, dan penerimaannya akan janji nubuat bahwa kerajaannya akan menjadi kerajaan kekal, semua menunjuk ke depan kepada “Anak Daud” terakhir, Yesus Kristus, dan kerajaan-Nya yang sekarang dan yang akan datang sebagaimana dinyatakan dalam PB (bd. Yes 9:7; Mat 21:9; Mat 22:45; Luk 1:32-33). Untuk keterangan selanjutnya tentang penerapan PB sehubungan dengan Daud Lihat “PENDAHULUAN 1SAMUEL” 08037.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: