ALKITAB 2 KORINTUS

7 Feb

Penulis          : Paulus
Tema             : Kemuliaan Melalui Penderitaan
Tanggal Penulisan: Tahun 55/56

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Paulus menulis surat kiriman ini kepada jemaat di Korintus dan kepada orang percaya di seluruh Akhaya (2Kor 1:1), dengan menyebut namanya sendiri sebanyak dua kali (2Kor 1:1; 2Kor 10:1). Setelah mendirikan jemaat di Korintus selama perjalanan misinya yang kedua, Paulus dan jemaat itu sering berhubungan karena masalah dalam jemaat (Lihat “PENDAHULUAN SURAT 1KORINTUS” 08185).

Urutan hubungan ini dan latar belakang penulisan 2 Korintus adalah sebagai berikut:

(1) Setelah beberapa kali berhubungan dan surat-menyurat yang awal di antara Paulus dengan jemaat itu (misalnya: 1Kor 1:11; 1Kor 5:9; 1Kor 7:1), maka Paulus menulis surat 1 Korintus dari Efesus (awal tahun 55/56).

(2) Berikut, Paulus menyeberangi Laut Aegea menuju Korintus untuk menangani masalah yang berkembang dalam jemaat. Kunjungan ini di antara 1 dan 2 Korintus (bd. 2Kor 13:1-2) merupakan suatu kunjungan yang tak menyenangkan, baik bagi Paulus maupun bagi jemaat itu (2Kor 2:1-2).

(3) Setelah kunjungan ini, ada laporan disampaikan kepada Paulus di Efesus bahwa para penentang di Korintus itu masih menyerang pribadinya dan wewenang rasulinya, dengan harapan agar mereka dapat membujuk sebagian jemaat itu untuk menolak Paulus.

(4) Sebagai tanggapan terhadap laporan ini, Paulus menulis surat 2 Korintus dari Makedonia (akhir tahun 55/56).

(5) Segera sesudah itu, Paulus mengadakan perjalanan ke Korintus lagi (2Kor 13:1), dan tinggal di situ selama lebih kurang tiga bulan (bd. Kis 20:1-3a). Dari situ ia menulis kitab Roma.
Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Pendahuluan
(2Kor 1:1-11)
I.  Pembelaan Paulus Demi Kepentingan Mayoritas Jemaat yang Setia
(2Kor 1:12-7:16)
A. Penyangkalan atas Tuduhan Bahwa Ia Plinplan
(Berpendirian Tidak Tetap)
(2Kor 1:12-22)
B. Penjelasan Mengenai Perubahan Rencana Perjalanannya
(2Kor 1:23-2:17)
C. Penjelasan Mengenai Sifat Pelayanannya
(2Kor 3:1-6:10)
1. Pelayanan Terhadap Suatu Perjanjian Baru
(2Kor 3:1-18)
2. Pelayanan yang Terbuka dan Dalam Kebenaran
(2Kor 4:1-6)
3. Pelayanan Dalam Penderitaan Pribadi
(2Kor 4:7-5:10)
4. Pelayanan Dalam Penyerahan yang Penuh Belas Kasihan
(2Kor 5:11-6:10)
D. Permintaan Pribadi dan Rasa Hormat yang Penuh Kasih Sayang bagi
Orang Korintus
(2Kor 6:11-7:16)
II. Pengumpulan Uang bagi Orang Kristen di Yerusalem yang Membutuhkan
Bantuan
(2Kor 8:1-9:15)
A. Sifat Kemurahan Hati Kristen
(2Kor 8:1-15)
B. Titus Mengepalai Urusan Pengumpulan Uang Itu
(2Kor 8:16-24)
C. Imbauan untuk Tanggapan yang Segera
(2Kor 9:1-5)
D. Imbauan untuk Tanggapan yang Berkemurahan Hati
(2Kor 9:6-15)
III.Jawaban Paulus kepada Minoritas Jemaat yang Melawan
(2Kor 10:1-13:10)
A. Jawaban Terhadap Tuntutan Sifat Pengecut dan Kelemahan
(2Kor 10:1-18)
B. Keengganan Paulus untuk Membela Kerasulannya
(2Kor 11:1-12:18)
1. Minta Maaf Terhadap Nada Menyombongkan Diri
(2Kor 11:1-15)
2. Menegaskan bahwa Ia Tidak Lebih Rendah daripada Para Penganut
Yudaisme (2Kor 11:16-12:10)
3. Menuntut Pengakuan yang Sah atas Kerasulannya
(2Kor 12:11-18)
C. Kunjungan Ketiga yang Mendatang Disebut Sebagai Suatu Peringatan
(2Kor 12:19-13:10)
1. Kekuatiran Terhadap Jemaat Korintus
(2Kor 12:19-21)
2. Ketetapan Hati untuk Bersikap Teguh
(2Kor 13:1-10)
Penutup
(2Kor 13:11-14)
Tujuan
~~~~~~
Paulus menulis surat ini kepada tiga golongan orang di Korintus.

(1) Pertama, ia menulis untuk mendorong mayoritas dalam jemaat di Korintus yang tetap setia kepadanya sebagai bapa rohani mereka.

(2) Ia menulis untuk menantang dan menyingkapkan rasul-rasul palsu yang terus-menerus berbicara menentang dia secara pribadi dengan harapan dapat meruntuhkan wibawa dan kerasulannya dan untuk memutarbalikkan beritanya.

(3) Ia juga menulis untuk menegur minoritas dalam jemaat yang sedang dipengaruhi oleh para lawan Paulus dan yang terus-menerus menolak wewenang dan tegurannya. Paulus meneguhkan kembali integritas dan wewenang rasulinya, menjelaskan motivasinya dan memperingatkan mereka terhadap pemberontakan yang lebih lanjut.

Kitab 2 Korintus berfungsi untuk mempersiapkan jemaat secara keseluruhan untuk kunjungannya yang akan datang.

Survai
~~~~~~
Kitab 2 Korintus mempunyai tiga bagian utama.

(1) Pada bagian pertama (pasal 1-7; 2Kor 1:1-7:16), Paulus mulai dengan mengucap syukur kepada Allah atas penghiburan yang dikaruniakan-Nya di tengah-tengah penderitaan untuk Injil, memuji jemaat Korintus karena mendisiplinkan orang yang berbuat dosa serius sambil mempertahankan integritas Paulus dalam kaitan dengan perubahan rencana perjalanannya. Dalam 2Kor 3:1-6:10 Paulus menyumbangkan pengertian yang paling luas dalam PB mengenai sifat yang benar dari pelayanan Kristen. Ia menekankan pentingnya pemisahan dari dunia ini (2Kor 6:11-7:1) dan mengungkapkan sukacitanya ketika mendengar dari Titus tentang pertobatan banyak anggota jemaat di Korintus yang sebelumnya telah menentang wewenangnya (pasal 7; 2Kor 7:1-16).

(2) Di pasal 8, 9; (2Kor 8:1-24 dan 2Kor 9:1-15), Paulus menasihati jemaat Korintus untuk menandingi kemurahan hati orang Makedonia yang dengan sepenuh hati telah menyumbangkan persembahan yang telah dikumpulkannya untuk orang Kristen yang menderita di Yerusalem.

(3) Pada pasal 10, 13; (2Kor 10:1-13:13), nada surat berubah. Di sini Paulus mempertahankan kerasulannya dengan menguraikan panggilannya, kualifikasi, dan penderitaannya sebagai seorang rasul yang benar. Dengan ini Paulus mengharapkan jemaat Korintus akan mengenal rasul-rasul palsu di antara mereka dan dengan demikian mereka dapat luput dari disiplin yang lebih lanjut ketika ia sendiri datang lagi. Paulus mengakhiri kitab 2 Korintus dengan satu-satunya ucapan berkat yang menyinggung Trinitas dalam PB (2Kor 13:14).
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Empat ciri utama menandai surat ini:

(1) Kitab ini merupakan surat yang paling banyak memberitahukan riwayat hidup Paulus. Banyak petunjuk pada dirinya ini, dibuatnya dengan rendah hati, minta maaf dan bahkan dengan malu, tetapi karena terpaksa mengingat situasi yang ada di Korintus.

(2) Kitab ini melampaui semua surat kiriman lain dari Paulus dalam hal menyatakan kuatnya dan dalamnya kasih serta keprihatinan bagi anak rohaninya.

(3) Kitab ini berisi teologi yang paling lengkap dalam PB mengenai penderitaan Kristen (2Kor 1:3-11; 2Kor 4:7-18; 2Kor 6:3-10; 2Kor 11:23-30; 2Kor 12:1-10) dan mengenai hal memberi secara kristiani (pasal 8-9; 2Kor 8:1-9:15).

(4) Istilah-istilah kunci, seperti: kelemahan, dukacita, air mata, bahaya, kesukaran, penderitaan, penghiburan, kemegahan, kebenaran, pelayanan, dan kemuliaan, menggarisbawahi sifat unik dari surat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: