PERNIKAHAN ADALAH SEBUAH PERJANJIAN

29 Dec

Ada banyak konsep pernikahan di dunia ini. Semua pernikahan di dunia pasti menggambarkan sesuatu, baik secara kemanusiaan, budaya, dan kemasyarakatan. Tetapi hanya pernikahan kristen yang sangat unik dan berbeda.
APAKAH KONSEP ALKITAB TENTANG PERNIKAHAN? MALEAKHI 2:13-16
2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
2:14 Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”
1.PERNIKAHAN ADALAH SEBUAH PERJANJIAN/CONVENANT MALEAKHI 2:14

  • Pernikahan diciptakan untuk menggambarkan hubungan kristus dengan jemaat :

-Pernikahan itu kudus

-Pernikahan dapat dipahami apabila kita memahami hubungan kristus dengan jemaat

  • Terang dan gelap tidak bisa bersatu.
  • Pernikahan  bila dipraktekkan sebagai covenant, memiliki daya kesatuan yang sangat kuat.

2.PERNIKAHAN BUKAN KONTRAK – MALEAKHI 2:15
Pernikahan covenant  berbeda dengan pernikahan kontrak.

                KONTRAK               COVENANT
              1.SE-DAGING 1.SE-DAGING DAN SE-ROH
  2.TUHAN MENJADI SAKSI         2.TUHAN MENJADI SAKSI DAN PARTNER AKTIF
             3.BERSYARAT         3.TAK BERSYARAT
4.PERKAWINAN SEBAGIAN      4.PERKAWINAN TOTAL
             5.SEMENTARA            5.SAMPAI MATI

3.ALLAH MEMBENCI PERCERAIAN-MALEAKHI 2-16

  • Pernikahan adalah sebuah hubungan antara kristus dan jemaat yang tak pernah gagal (covenant).
  • Sekalipun dosa perzinahan dapat merusak hubungan secara “kesedagingan” (karena bersatu dengan orang lain, 1 korintus 6:16) tetapi ia tetap satu roh, dan yesus tidak pernah menganjurkan perceraian (matius 5:32; matius 19:9; markus 10:9,11-12) bahkan Allah memerintahkan kita untuk mengampuni (seperti hosea) dan berani berdamai (1 korintus 7:11).
  • Apapun alasannya tidak ada yang dapat memisahkan hubungan suami-istri kecuali KEKERASAN HATI (Matius 19:3-8).
  • Hargailah pernikahan sebagai gambaran hubungan kristus dengan jemaat dengan MEMBENCI PERCERAIAN dan menjadi COVENANT KEEPER (penjaga perjanjian).

TANTANGAN
Sebelum mengambil keputusan untuk menikah marilah kita membuat keputusan untuk :

-Membenci perceraian
-Menghargai pernikahan sebagai hubungan kristus dengan jemaat
-menjadi covenant keeper

BERAKAR DALAM FIRMAN
Sebagai tambahan saat teduh, praktekkan 4M(Menerima, Merenungkan, Melakukan, Membagikan) dengan ayat dan perenungan berikut ini:

AYAT RENUNGAN : Markus 10:1-12
AYAT HAFALAN    : Markus 10:7-9  
10:7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
10:8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
10:9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia

PERTANYAAN RENUNGAN/APLIKASI

  1. Apakah pandangan  yesus tentang pernikahan?(ayat 6-8)
  2. Pertanyaan apakah yang yesus berikan bagi mereka yang sudah menikah?(ayat 9)
  3. Dosa apakah yang dibenci Tuhan bagi mereka yang menikah?(ayat 11-12)

STUDI KASUS
WHEN YOU DIVORCE ME , CARRY ME OUT IN YOU ARMS
DISKUSIKAN PERTANYAAN BERDASARKAN CERITA DI ATAS

  1. Apakah yang menyebabkan si suami mengkhianati istrinya?
  2. Mengapa setelah si suami menggendong isterinya selama 30 hari pikirannnya berubah?
  3. Bila dipernikahanmu nanti saudara menemukan kesalahan pasangan sangat berat apa yang akan saudara lakukan terhadap pernikahan saudara?

MATERI DISKUSI-DISKUSIKAN PERTANYAAN BERIKUT

  1. Apakah ada ketakutan-ketakutan terjadinya dalam dirimu atau pasanganmu terhadap kemungkinan terjadinya perceraian ? Apa penyebab ketakutan itu? Diskusikan dan temukanlah bagaimana cara mengatasi ketakutan itu.
  2. Menurut saudara bagaimana menjadikan suatu pernikahan kuat menghadapi berbagai tantangan kehidupan?

Tuliskan apa yang anda dapat saat mengikuti sesi ini?
Komitmen apakah yang akan anda lakukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: